Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Aparat Malah Minta Maaf

Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Aparat Malah Minta Maaf – Akhir-akhir ini, aparat rajin untuk menggelar pemotor yang menggunakan knalpot bising. Banyak pemotor yang menggunakan knalpot bising terjaring razia.

Mengutip dari rollingthundertour.org Beberapa aparat menggunakan alat untuk mengukur kebisingan saat melakukan razia. Tetapi hal tersebut ternyata menimbulkan permasalahan. Lho kok bisa? Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Aparat Malah Minta Maaf

Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot, Aparat Malah Minta Maaf, Ada Apa?

Hal ini lantaran belum ada regulasi yang jelas dalam mengatur ambang batas suuara dari knalpot bising di jalan.

Mengutip dari thedehealth.com Kasi Gar Subdt Gakkum Drlantas Polda Lampung Kompol Poeloeng Arsa Sidanu mengatakan pengukuran kebisingan knalpot d jalan oleh aparat belum memiliki landasan hukum. Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Aparat Malah Minta Maaf

“Saya dan kami dari Siger Gakkum Official menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan petugas polisi lalu lintas d jalan terkait pengukuran kebisingan yang sudah kita sampaikan di video atau konten sebelumnya bahwa berdasarkan peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2019 tidak berlaku untuk d jalan,” kata Poeloeng dalam video akun Youtube Siger Gakkum Official. Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Aparat Malah Minta Maaf

Memang sebelumnya, akun Youtube tersebut pernah mengunggah saat dadakan razia, aparat menggunakan lat sound level untuk mengukur tingkat kebisingan. Hal tersebut danggap kurang tepat untuk beberapa pihak.

Menurut penuturan Poeloeng, jika mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P. 56 Tahun 2019 dalam mengukur suara knalpot kategori M, kategori N, dan kategori L. Aturan ini djelaskan untuk mengukur kebisingan saat uji kelailkan kendaraan

“Peraturan Menteri LHK tersebut berlaku untuk kendaraan yang dproduksi yang akan dual ke konsumen d dealer,” kata Poeloeng.

“Pengukuran kebisingan berdasarkan batas desibel atau dengan menggunakan batas desibel meter d jalan atau dsebut in used oleh konsumen ijalan itu peraturannya belum ada. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” tambahnya.

Meski begitu, polisi tetap akan menindak tegas jika pemotor tidak menggunakan knalpot bukan bawaan pabrik.

maka Jad, sebaiknya tetap menggunakan knalpot bawaan pabrik agar tidak dtilang polisi. Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Aparat Malah Minta Maaf

Da menyebut sembilan pelanggar itu terjaring d tiga lokasi razia antara lain traffic light Sentra Grosir Cikarang (SGC) Jalan RE Martadnata Cikarang, Terminal Kalijaya, serta Jalan Inspeksi Kalimalang. Gunakan Alat Pengukur Kebisingan Knalpot ! Aparat Malah Minta Maaf

maka “Razia dlakukan selektif, pelanggar yang terjaring memang sudah tidak bisa dtoleransi lagi,” katanya.

Para pelanggar itu, kata da,maka  dkenakan sanksi tilang sesuai yang datur dalam Pasal 285 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2009.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *