Kolektor Mobil Tua Lamongan, Sempat Koleksi 15 Unit

Kolektor Mobil Tua Lamongan, Sempat Koleksi 15 Unit

Di lansir dari rollingthundertour.org, kecintaan terhadap mobil tua sudah di rasakan Defit Budiansyah saat masih duduk di bangku SMA. Memiliki mobil tua baginya merupakan kepuasan tersendiri yang beliau rasakan. Padahal, perawatan mobil tua kerap membuatnya harus merogoh kocek dalam.

“Memang suka koleksi mobil tua mas, jenis sedan,” kata Defit Budiansyah saat di temui.

1. Butuh menabung bertahun-tahun untuk membeli mobil antik

Di kutip dari newbalance-outlet.us.com/, hingga pada tahun 2015 silam, keinginan memiliki mobil tua terwujud. Pria asal Tikung Lamongan itu membeli sebuah mobil tua jenis Ford 96 setelah bertahun-tahun menabung. Sejak saat itu beliau pun terus memburu mobil tua mulai dari Nissan Sunny Ford, Honda Accord, Mitsubishi Galang, Toyota Corona, Corolla GL, Honda cielo hingga Toyota Corolla DX 81.

“Pernah punya 15 mobil, tapi saya jual semuanya karena gak punya bagasi mobil. Saat ini masih tersisa satu, jenis Toyota Corolla DX 81,” jelasnya.

2. Keluarkan biaya banyak untuk perawatan mobil tua

Defit mengaku, mobil tua yang ia beli rata-rata dalam kondisi rusak baik kerusakan body mobil maupun mesinnya. Namun, kecintaan terhadap mobil klasik membuat Defit tak pernah perhitungan untuk mengeluarkan biaya perbaikan yang bisa di bilang tidaklah sedikit.

“Ya kita beli dengan harga Rp15 jutaan itu pun kondisinya jauh dari kata layak. Tapi karena kita hobi, biarpun keluar biaya banyak, tetap tidak apa-apa selama kita puas,” imbuhnya.

3. Istrinya juga ketularan mencintai mobil tua

Lanjut beliau, ternyata tidak hanya dirinya saja yang mengagumi mobil antik. Sang istri juga mempunyai hobi yang sama. Ia berkelakar pernah mengajak jalan-jalan anak beserta istri mengunakan mobil mewah. Namun, di tengah perjalanan istrinya muntah-muntah.

“Kalau pakai mobil antik istri saya enjoy saja tidak pernah muntah, tapi kalau mobil bagus malah sebaliknya,” terang beliau, sambil tertawa.

4. Sayangnya tidak banyak tempat berbagi karena klub mobil di Lamongan bubar

Sayangnya, di Lamongan, kata beliau, belum banyak klub mobil untuk sharing. Bahkan, klub mobil Lamongan yang sempat beliau ikuti pun sudah bubar. Sebab, banyak anggotanya yang gabung ke Kabupaten Gresik.

“Pernah ikut tapi sekarang tidak karena anggotanya sudah bubar semua dan tidak hanya mobil tua saja yang saya suka, kami juga menyukai motor klasik seperti CB, ulung dan lainnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *